Manifesto
Friday, 29 May 2009
      top.jpg
14650_1196670170914_1653294566_496130_2501447_n.jpg cloudy.jpg
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Muhammad Ma'ruf Abidin. Dibesarkan dalam lingkungan yang baik, menjadikan saya sadar bahwa orientasi hidup dan karya menjadi satu dan sejalan. Seni dalam arti luas tidak boleh menghamba pada seni itu sendiri, art for art. Seni harus gagah, harus menjadi elemen kreatif untuk mewujudkan cita-cita kemanusiaan dalam arti yang seluas mungkin dan sedalam-dalamnya.Setelah sempat mampir dan lulus dari Fakultas Filsafat UGM 2001, kegiatan saya menulis dan berkesenian secara mandiri, dan teryata film menyodorkan diri, dan menjadi satu paket nasib dengan kreativitas saya yang terus saya pompa. Wal hasil, menjadi ladang ekperimen dan berkelanjutan. Film adalah salah satu wujud bentuk dari kreativitas seni secara luas, dengan begitu, baik dokumenter atau fiksi menurut hemat saya lebih baik di maknai satu, film saja.
 
Seperti kata HERZORG WERBORG, “Bagi saya pembatasan kategori antara fiksi dan dokumenter itu tidak pernah eksis. Semuanya adalah film. Setiap film selalu terdiri dari fakta seberapapun kadarnya, karakter, cerita dan sebagai pembuat film, kita bermain dengan elemen-elemen itu dengan cara yang sama. Bagi saya, dengan membuat penegasan yang jelas antara ‘fakta’ dan ‘kebenaran’ di dalam film-film saya, saya bisa mendalami berbagai strata ‘kebenaran’ yang tidak semua pembuat film menyadarinya.
 
Bagi saya, membuat film itu seperti membuat puisi. Dalam membuat puisi, satu kalimat sederhana bisa berarti banyak hal dan artinya bisa tidak sesederhana seperti yang terbaca. Sudah menjadi sifatnya untuk bisa memaparkan banyak sisi dan dimensi sebuah kebenaran yang lebih dalam dari sekedar ‘kebenaran’ dangkal cinema vérité. Dimensi inilah area subur yang harus dimanfaatkan oleh para pembuat film”. KATA-KATA pembuat film asal jerman ini saya jadikan manifesto setiap saya berkarya. Pertama, saya seorang pembuat film tidak penting itu namanya dokumenter atau fiksi. Kedua membuat film seperti membuat puisi, kadang skenario tidak terlalu penting, yang penting kekuatan menangkap sebuah pesan yang bertebaran dan keberhasilan menyampaikanya lewat karya kita.

Dibantu beberapa teman lintas hobby; pemain teater, IT, managemen dan film berdirilah sebuah komunitas seni dan bisnis bernama ALIAKREASI. Seiring berjalanya waktu, akhirnya gerak ALIAKREASI lebih menfokuskan pada bidang pembuatan film fiksi dan dokumenter juga web development. Selama 3 tahun berjalan ALIAKREASI  berhasil mendapatkan kepercayaan dari beberapa penerbit buku besar seperti MIZAN PRODUCTION anak cabang bisnis dari MIZAN, RAJUT publising untuk membuatan film dokumenter sebagai buku pendamping. Disamping itu ALIAKREASI juga mendapatkan kepercayaan dari beberapa LSM dan instansi pemerintah. Dalam bidang web development ALIAKREASI juga mendapatkan kepercayaan untuk mendevelop dan sekaligus me-mentainance web figure publik, perusahaan, kampus serta LSM. Sesuai dengan nama Aliakreasi (karya yang tinggi), kami akan terus berkarya tanpa henti. Semoga karya-karya ALIAKREASI menjadi film alternatif yang menyehatkan masyarakat.  Website ini memuat seluruh karya saya dan kegiatan ALIAKREASI, bagi yang siapa saja menyukai seni terutama film dapat berdiskusi dengan saya di facebook aliakreasi.
 
Victory
Monday, 25 May 2009
Judul Film        : Victory
Jenis                 : Dokumenter
Director            : M. Ma’ruf
Kameraman    : Faiz
Durasi               : 15 menit
Produksi           : Aliakreasi, 2008

Kemenangan milik bangsa Palestina, meski ribuan rumah hancur, 1500 dibantai oleh Israel, dalam 22 hari serangan ke GAZA th 2008. Kemenangan bukan di pihak Israel, kemenangan bukan seberapa  banyak Israel bisa membantai tanpa alasan yang jelas. Kejahatan adalah kelemahan manusia, tapi kejahatan menjadi kebanggan Israel. Film ini menjawab betapa Israel hanya sebuah negara yang melakukan kejahatan perang dan melanggar aturan-aturan perang internasional. Israel adalah negara zionis yang beridiri diatas puing-puing reruntuhan dan disangga oleh USA dan PBB yang sebentar lagi pasti sirna. Diproduksi kerjasama dengan VOP (LSM Palestina)

 
Back to Nature
Thursday, 15 October 2009
 


img_0093.jpg
Judul Film    : Back to Nature
Jenis            : Dokumenter
Director       : M. Ma’ruf
Kameraman : Faiz
Durasi          : 45 menit
Produksi      : Aliakreasi, 2009



Kisah Ibu Wardah, seorang petani organik yang peduli terhadap lingkungan. Kerusakan lingkungan yang begitu parah akibat kecerobohan manusia membuat dia memilih pertanian organik bukan konvensional. Karena dalam pertanian organik, semua di kembali ke alam,tanpa menggunakan pestisida, sehingga hasil tanaman bebas dari bahan kimia. Wardah yang bervisi lingkungan ini tidak saja menggunakan pertanian organik sebagai cara terbaik merawat bumi tapi juga membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar puncak Bogor dan Cigombong, ia juga mendidik masyarakat untuk bertani yang ramah lingkungan..


 
penantian SANG MAHDI
Wednesday, 09 September 2009
 

fmm_7429.jpg
Judul Film     : Penantian Sang MAHDI
Jenis             : Dokumenter Spiritual
Director        : M. Ma’ruf
Kameraman  : Faiz
Durasi           : 45 menit
Produksi       : Aliakreasi, 2009

 

Kepercayaan kedatangan Imam MAHDI menjadi penting dalam setiap agama pada saat segala keburukan mencapai puncak. Apalagi yang bisa diharapkan saat semua sistem kehidupan tidak bisa diharapkan. Film ini akan mencoba menangkap konsep Imam Mahdi dari do’a nudbah yang di ajarkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq. Rintihan-rintihan Imam dalam do’a nudbah menjadi semacam esoterisme, kekayaaan spiritual yang melampau zamanya. Film ini diadaptasi dari tafsir visual do’a nutbah yang di terjemahkan oleh Musa Kazhim.
Masa kegaiban Imam Mahdi yang begitu panjang, menjadi kerinduan yang berkepanjangan, menjadi semacam penantian manusia akan datangnya sang Imam Mahdi, juru selamat. Penderitaan kaum beriman akibat panjangnya masa kegaiban menjadikan kaum beriman ragu-ragu dan meninggalkan Islam. Apakah hakekat dari sebuah penantian, kenapa Imam Ja’far mengajarkan rintihan, dan keluh kesah ini? Apa manfaat Kepercayaan terhadap Imam Mahdi bagi ideologi perjuangan .





 
Matahari
Monday, 25 May 2009
 

Judul Film    : Matahari
Jenis             : Film Cerita Pendek
Director        : M. Ma’ruf
Kameraman: Faiz
Durasi           : 30 menit
Produksi       : Aliakreasi, 2009

Sebuah drama satir tentang keadaan politik di Indonesia. Film ini adalah respond pemilu th 2009. Film arahan MA’RUF ini berusaha menangkap libido politik dari kaca mata seorang pemain teater. Flm pendek berdurasi 30 menit ini berisi kisah Mujtahid, seorang anak muda yang selalu yakin dengan pendirianya, visioner, blak-blakan dan punya cita-cita besar mengubah keadaan negerinya. Kelemahan dasar Mujtahid hanya satu, dia hanya bisa jujur dan sangat terbuka dengan Hafid, seorang pemain teater yang punya sifat plin plan. Karena dimata Mujtahid sosok Hafid tidak akan mengkianatinya, satu-satunya masalah hafid adalah bisa membuat skenario drama. Hari-hari Hafid penuh rasa skeptis, puluhan buku drama dibacanya tapi semakin dia tidak punya keyakinan. Tempat satu-satunya pengaduan hafid adalah Dhini, seorang pemain teater dan penari yang tidak punya ambisi apa-apa. Dia hanya tau bagaimana menikmati hidup; bermain teater dan menari.

Satu nasehat dari dhini yang membuat hafid bersemangat adalah membuat skenario drama dari kehidupan Mujtahid, diam-diam hafid selalu memperhatikan bagaimana dhini menari, bagaimana dhini selalu bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Simbol-simbol gerakan tarian dhini membuat hafid yakin bahwa dia harus bisa berdamai dengan dirinya sendiri, dan dari sosok kehidupan Mujtahid lahirlah naskah drama; MATAHARI.
 
MENCARI AKU
Monday, 25 May 2009
   
Director         :   M. Ma’ruf
Judul              :   Mencari AKU
Jenis              :   Doku drama   
Kameraman :   Faiz
Durasi           :   41 Menit
Produksi       :   Aliakreasi, 2008 

Film ber genre doku-drama besutan Ma’ruf ini berusaha menampilkan tokoh Mujtahid si manusia komplek mendapatkan kebahagiaan sejati. Penemuan buku di gerbong kereta api mejadi titik cerah Mujtahid mendapatan dirinya kembali. Pada saat yang sama seorang ibu, Rani Anggraeni Dewi, penulis buku sedang meneliti tentang kebahagiaan.

Akankah dua kejadian ini saling menjawab, dimana letak kebahagiaan yang sesungguhnya? Film ini jawabanya. Film ini diadaptasi dari buku, MENJADI MANUSIA HOLISTIK karangan Rani Anggraeni DewI terbitan HIKMAH, MIZAN. Film ini diproduksi oleh aliakreasi berkat kerjasama dengan YAYASAN INDONESIA BAHAGIA. Sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang research tentang kebahagian dan pengembangan diri.Film telah memperoleh penghargaan sebagai finalis Festival Film Dokumenter 2008 dan sebagai official selection, di YAMAGATA Documentary Film Festival, Jepang 2009.
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 11 of 20

WEB CLIENTS

Polling

Apa pertimbangan utama Anda membuat website ....
 

Who's Online

Chat Us!

Sponsorship

  

  

  

  

yip.jpg

rajut.jpg

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini36
mod_vvisit_counterTotal13405
© 2010 aliakreasi.com